The city’s colorful of culture, rasanya tepat untuk menggambarkan keberagaman budaya yang terdapat di kota ini, selain the spirit of java yang lebih dulu dikenal oleh banyak orang. Ada beberapa budaya, antara lain seperti upacara adat yang terkenal adalah upacara Gerebeg, upacara Sekaten, dan upacara Malam Satu Suro. Upacara yang berasal dari zaman kerajaan ini hingga sekarang terus dilaksanakan dan merupakan warisan budaya Indonesia yang harus pertahankan dan kita lindungi bersama agar anak-cucu kita bisa menikmati nya.
Gerebeg

Sekaten
Sekaten mrupakan sebuah acara yang dilaksanakan selama tujuh hari (satuminggu). Upacara ini sebenarnya merupakan sebuah perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Menurut cerita rakyat kata Sekaten berasal dari istilah assumption dalam agama Islam, Syahadatain. Sekaten dimulai dengan keluarnya dua perangkat gamelan sekati, Kyai Gunturmadu dan Kyai Guntursari, dari keratin untuk ditempatkan di depan Masjid Agung Surakarta. Selama enam hari, mulai hari ke enam sampai ke senelas bulan bulan Mulud dalam penangglan Jawa, kedua erangkat gamelan itu ditabuh untuk menandai perayaan sekaten. Dan pada hari ke tujuh upacara ditutup dengan keluarnya Gunungan Mulud.
Malam Satu Suro

Keraton

Secara umum pembagian keraton meliputi: Kompleks Alun-alun Lor/Utara, Kompleks Sasana Sumewa, Kompleks Sitihinggil Lor/Utara, Kompleks Kamandungan Lor/Utara, Kompleks Sri Manganti, Kompleks Kedhaton, Kompleks Kamagangan, Kompleks Srimanganti Kidul/Selatan (?) dan Kemandungan Kidul/Selatan, serta Kompleks Sitihinggil Kidul dan Alun-alun Kidul. Kompleks keraton ini juga dikelilingi dengan baluwarti, sebuah dinding pertahanan dengan tinggi sekitar tiga sampai lima beat dan tebal sekitar satu beat tanpa anjungan. Dinding ini melingkungi sebuah daerah dengan bentuk persegi panjang. Daerah itu berukuran lebar sekitar lima ratus beat dan panjang sekitar tujuh ratus meter. Kompleks keraton yang berada di dalam dinding adalah dari Kemandungan Lor/Utara sampai Kemandungan Kidul/Selatan. Kedua kompleks Sitihinggil dan Alun-alun tidak dilingkungi tembok pertahanan ini.


